Peristiwa ini terjadi di salah satu desa terpencil.
berbondong bondong masyarakat berjalan kaki menuju kerumah wak odeng (almarhum) untuk melihat dan mengucapkan bela sungkawa,
isak tangis yang ditinggalkan terdengar sayup terbawa angin, semua wajah yang ada disitu terlihat lemas dan terharu melihat yang ditingalkan,, berlawanan dengan suasana anak-anak yang dilingkungan tersebut, mereka asik bermain main dan berlari seolah tidak terjadi apa-apa,
tidak lama kemudai datanglah seorang yang ditunggu keluarga yang ditingalkan yaitu petugas mandikan mayat, setelah memulai acar pemandian mayat tersebut,, tiba tiba petugas pemandi mayat keluar dari ruangan dan berkata sama keluarga yang ditingalkan,,
" Maaf pak,,saya susah memandikan mayat tersebut, dikarnakan tangan sebelahnya masih berdiri tak mau diturunkan,, apakah keluarga ada yang tau cara menurunkan tangan tersebut,,? tanya petugas mandikan mayat ke salah satu keluarga yang ditingalkan,,
semua yang ada ditempat tersebut kaget, dan berusaha mencari informasi orang yang bisa menurunkan tangan mayat tersebut,,
waktu demi waktu telah berlalu,,, dari satu orang sampai ke sepuluh orang yang pandai mereka mengeluh,,, suasana semakin tegang dan semakin kencang tangisan yang ditingalkan,,,,
tangisan yang keras tersebut membuat anak anak yang asik bermain jadi berhenti dan anak tersebut menjadi penasaran, seakan mereka baru tau telah terjadi sesuatu,,"
beberapa anak-anak yang tadi mendatangi orang tuanya masing-masing di dalam ruangan pemandia mayat tersebut, mereka berpangku sama orang tuanya dan saling berbisik sesama temanya,, kehadiran anak-anak dipangkuan orang tuanya membuat anak-anak ini menjadi bosan, mereka terlihat ingin melanjutkan permainannya diruangan itu, anak-anak itu berencana main petek umpet, mereka menentukan siapa yang akan mencari, dan anak-anak itu memulai membentuk lingkaran, memajukan tangan dan mengucapkan,
" CANG KACANG PANJANG YANG PANJANG JADI...!
orang tua anak-anak itu memarahi anaknya dan berkata jangan ribut nak,, kalau kalian mau main main diluar sana,,,
tiba tiba keluarga yang dekat denga mayat tesebut memangil petugas mandikan mayat, diberkata tangan almarhum sudah turun ketika anak-nanak tadi bermain cang kacang panjang yang panjang jadi,,,
tersenyum petugas itu dan berkata mungkin mayat itu tidak mau jadi,,,hehe, (canda seorang petugas mandikan mayat ).
the and.
berbondong bondong masyarakat berjalan kaki menuju kerumah wak odeng (almarhum) untuk melihat dan mengucapkan bela sungkawa,
isak tangis yang ditinggalkan terdengar sayup terbawa angin, semua wajah yang ada disitu terlihat lemas dan terharu melihat yang ditingalkan,, berlawanan dengan suasana anak-anak yang dilingkungan tersebut, mereka asik bermain main dan berlari seolah tidak terjadi apa-apa,
tidak lama kemudai datanglah seorang yang ditunggu keluarga yang ditingalkan yaitu petugas mandikan mayat, setelah memulai acar pemandian mayat tersebut,, tiba tiba petugas pemandi mayat keluar dari ruangan dan berkata sama keluarga yang ditingalkan,,
" Maaf pak,,saya susah memandikan mayat tersebut, dikarnakan tangan sebelahnya masih berdiri tak mau diturunkan,, apakah keluarga ada yang tau cara menurunkan tangan tersebut,,? tanya petugas mandikan mayat ke salah satu keluarga yang ditingalkan,,
semua yang ada ditempat tersebut kaget, dan berusaha mencari informasi orang yang bisa menurunkan tangan mayat tersebut,,
waktu demi waktu telah berlalu,,, dari satu orang sampai ke sepuluh orang yang pandai mereka mengeluh,,, suasana semakin tegang dan semakin kencang tangisan yang ditingalkan,,,,
tangisan yang keras tersebut membuat anak anak yang asik bermain jadi berhenti dan anak tersebut menjadi penasaran, seakan mereka baru tau telah terjadi sesuatu,,"
beberapa anak-anak yang tadi mendatangi orang tuanya masing-masing di dalam ruangan pemandia mayat tersebut, mereka berpangku sama orang tuanya dan saling berbisik sesama temanya,, kehadiran anak-anak dipangkuan orang tuanya membuat anak-anak ini menjadi bosan, mereka terlihat ingin melanjutkan permainannya diruangan itu, anak-anak itu berencana main petek umpet, mereka menentukan siapa yang akan mencari, dan anak-anak itu memulai membentuk lingkaran, memajukan tangan dan mengucapkan,
" CANG KACANG PANJANG YANG PANJANG JADI...!
orang tua anak-anak itu memarahi anaknya dan berkata jangan ribut nak,, kalau kalian mau main main diluar sana,,,
tiba tiba keluarga yang dekat denga mayat tesebut memangil petugas mandikan mayat, diberkata tangan almarhum sudah turun ketika anak-nanak tadi bermain cang kacang panjang yang panjang jadi,,,
tersenyum petugas itu dan berkata mungkin mayat itu tidak mau jadi,,,hehe, (canda seorang petugas mandikan mayat ).
the and.
